Mingguan Penanganan Pelanggaran (MINGGAR) Edisi IX " Tahapan Perencanaan Program dan Anggaran Pemilu "
|
Larantuka - Bawaslu Flores Timur
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur kembali menyelenggarakan kegiatan MINGGAR (Mingguan Penanganan Pelanggaran) Edisi IX dengan tema “Tahapan Perencanaan Program dan Anggaran Pemilu” yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang difasilitasi oleh Matilda Lumuntris Sudirman, S.Sos, Staf P3S Bawaslu Provinsi NTT, ini dipandu oleh Christian Einy T. Watu, S.H., Staf P3S Bawaslu Kabupaten Sumba Barat sebagai moderator. Hadir sebagai pemantik James Welem Ratu, S.Pd., Anggota Bawaslu Provinsi NTT, serta Yusti Rambu Karadji, S.Th., Anggota Bawaslu Kabupaten Sumba Barat sebagai narasumber. Kegiatan ini juga menghadirkan para penanggap, yaitu Patje Jonsens B. Tari, S.E. (Anggota Bawaslu Kabupaten Rote Ndao), Sekti Handayani, S.H. (Anggota Bawaslu Kabupaten Sumba Barat Daya), dan Leonardus Lian Liwun (Anggota Bawaslu Kota Kupang).
Pada kesempatan tersebut, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Datin Bawaslu Provinsi NTT, Ibu Melpi, dalam arahannya menyampaikan bahwa perencanaan program dan anggaran merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan pemilu. Menurutnya, keberhasilan sebuah program sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan yang dilakukan sejak awal.
Ibu Melpi menekankan bahwa seluruh jajaran Bawaslu perlu memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme perencanaan program dan penganggaran agar setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran. Selain itu, perencanaan yang baik juga menjadi dasar dalam mewujudkan tata kelola kelembagaan yang transparan dan akuntabel.
Lebih lanjut, ia berharap forum MINGGAR dapat menjadi ruang pembelajaran bersama untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Bawaslu, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai penyusunan program yang berbasis kebutuhan organisasi dan berorientasi pada pencapaian kinerja lembaga.
Selanjutnya, sebagai pemantik diskusi, James Welem Ratu, S.Pd., Anggota Bawaslu Provinsi NTT, menjelaskan bahwa tahapan perencanaan program dan anggaran tidak dapat dipisahkan dari upaya pencapaian tujuan strategis organisasi. Menurutnya, setiap program yang direncanakan harus memiliki keterkaitan yang jelas dengan target kinerja lembaga serta mampu menjawab kebutuhan pengawasan pada setiap tahapan pemilu.
James menegaskan bahwa perencanaan yang matang akan menghasilkan program yang lebih terarah dan memudahkan proses pelaksanaan maupun evaluasi. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi dan sinergi antarunit kerja agar penyusunan program dan anggaran dapat dilakukan secara terukur dan berbasis prioritas.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Yusti Rambu Karadji, S.Th., Anggota Bawaslu Kabupaten Sumba Barat, menguraikan tahapan perencanaan program dan anggaran mulai dari identifikasi kebutuhan, penyusunan prioritas kegiatan, penetapan indikator kinerja, hingga pengalokasian anggaran yang sesuai dengan target organisasi.
Ia menjelaskan bahwa setiap usulan program harus didasarkan pada kebutuhan riil organisasi serta mempertimbangkan efektivitas penggunaan sumber daya yang tersedia. Selain itu, sinkronisasi antara perencanaan dan penganggaran menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh program dapat terlaksana secara optimal.
Menurut Yusti, perencanaan yang baik tidak hanya menghasilkan dokumen administrasi yang lengkap, tetapi juga mampu menjadi instrumen pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian, penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi penguatan kelembagaan Bawaslu.
Diskusi semakin kaya melalui tanggapan yang disampaikan oleh para penanggap yang berbagi pengalaman, tantangan, serta praktik baik dalam implementasi perencanaan program dan anggaran di wilayah kerja masing-masing. Berbagai masukan yang disampaikan menjadi bahan refleksi bersama untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan pengelolaan anggaran di lingkungan Bawaslu.
Melalui penyelenggaraan MINGGAR Edisi IX ini, Bawaslu Provinsi NTT terus berkomitmen mendorong penguatan kapasitas jajaran pengawas pemilu melalui budaya belajar dan berbagi pengetahuan, guna mendukung terwujudnya pengawasan pemilu yang profesional, transparan, dan berintegritas.
Penulis : Ichal Ndoen
Editor : Humas BFT