Lompat ke isi utama

Berita

"Perempuan dalam Bingkai Demokrasi", Webinar Bawaslu Provinsi NTT, Hadirkan Lolly Suhenti.

Foto Dokumetasi

Larantuka - Humas Bawaslu Flores Timur


Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur sukses menyelenggarakan webinar nasional mengusung tema "Perempuan dalam Bingkai Demokrasi" Kegiatan yang digelar secara daring ini menghadirkan tokoh perempuan inspiratif, yakni Anggota Bawaslu RI, Loly Suhenti, sebagai Keynote Speaker. Bersama Narasumber Yusti Erlina,SH Deputi Bidang Dukungan Teknis Bawaslu RI, Syafrida Rachmawati Rasahan, SH.,MH Anggota Ombusman RI, Ir. Emelia Julia Nomleni, Ketua DPRD Provinsi NTT, Melpi Minalria Marpaung, S.T.,S.H,.M.H, Anggota Bawaslu Provinsi NTT, Gadrida R. Djukana, SH.,MH, Akademisi, Jurnalis, Zatriawati S.E., M.P.W.P, Anggota Bawaslu Papua Barat Daya, dan Ketut Aryani, SE,. MM,.MH, Anggota Bawaslu Bali. Selasa, 30 Juni 2026 melalui Daring/Luring.

Webinar ini diinisiasi sebagai ruang diskusi strategis untuk membedah peran, tantangan, serta kontribusi nyata kaum perempuan dalam mengawal dan mengisi ruang-ruang demokrasi, khususnya menjelang dinamika politik ke depan.


Dalam Arahannya, Lolly Suhenti menegaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam demokrasi bukan hanya sekadar untuk memenuhi kuota atau menjadi pelengkap syarat administratif.

"Perempuan memiliki perspektif khas yang sangat dibutuhkan dalam melahirkan kebijakan yang inklusif dan berkeadilan. Menjaga hak pilih dan hak dipilih bagi perempuan adalah bagian dari upaya kita merawat substansi demokrasi itu sendiri," ujar Loly.
Ia juga mengajak seluruh elemen perempuan di NTT untuk aktif mengambil peran, baik sebagai penyelenggara, pengawas partisipatif, maupun sebagai pemilih yang cerdas dan kritis.

Sejalan dengan Teh Lolly, sapaan akrab untuk Anggota Bawaslu RI , narasumber yang terdiri dari para wanita - wanita ini membagikan catatan penting mengenai realitas perjuangan politik perempuan di daerah. Menurutnya, tantangan terbesar bagi perempuan seringkali berakar dari budaya dan minimnya dukungan sistemik. Namun, hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mundur.

"Demokrasi memberikan panggung yang sama. Perempuan NTT harus berani tampil, bersuara, dan mengambil keputusan di ruang publik. Kehadiran kita di legislatif maupun eksekutif akan memastikan bahwa isu-isi krusial seperti kesejahteraan ibu dan anak, pendidikan, dan kesetaraan gender benar-benar diperjuangkan,"

Kegiatan yang berlangsung interaktif ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-NTT, aktivis perempuan, akademisi, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat umum. Diskusi berjalan dinamis dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta terkait strategi mendobrak sekat-sekat patriarki dalam politik praktis maupun pengawasan pemilu.

Ketua Bawaslu Provinsi NTT, Nonato DaPurificacao Sarmento, menyatakan bahwa webinar ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Bawaslu untuk terus melakukan edukasi politik yang inklusif. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat—khususnya kaum perempuan di NTT—akan pentingnya hak-hak politik mereka semakin meningkat.

 

Penulis : GF

Foto & Editor : Humas BFT