Bawaslu Flores Timur Gelar Ngabuburit Evaluasi Pengawasan Pemilihan 2024
|
Bawaslu Kabupaten Flores Timur melaksanakan Ngabuburit Pengawasan sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi politik dan kesadaran masyarakat selama bulan suci Ramadhan. '' Dalam semangat Ramadan, kita refleksikan perjalanan dan tantangan pengawasan Pemilihan Serentak Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2024 di Kabupaten Flores Timur.''
Bawaslu Flores Timur
Sahabat Bawaslu.....Dalam semangat Ramadan, kita refleksikan perjalanan dan tantangan pengawasan Pemilu 2024 melalui Ngabuburit Pengawasan.
Dalam edisi ke-2, bulan Maret ini, Bawaslu Kabupaten Flores Timur kembali menggelar acara Ngabuburit Pengawasan yang dikemas dalam Kultum yang dibawakan oleh Abdul Razak Jakra, SH dengan tema " Esensi Ramadhan dalam pemahaman hak politik dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemilihan serentak tahun 2024"
Partisipasi politik yang merupakan wujud pelaksanaan kedaulatan rakyat adalah suatu hal yang sangat fundamental dalam proses demokrasi. Rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi dalam proses demokrasi hendaknya mempunyai kesadaran atas kedaulatan yang dimiliki dalam proses demokrasi. Namun menurut Jakra seorang pensiunan birokrasi yang pernah menjabat sebagai Asisten 1 Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Flores Timur, menilai bahwa masih rendahnya kesadaran tersebut. salah satu pemicunya adalah minimnya pengetahuan masyarakat mengenai demokrasi, pemilu dan pengawasan pemilu itu sendiri.
"rendahnya kesadaran tersebut dikarenakan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai demokrasi, pemilu dan pengawasan pemilu itu sendiri" ungkapnya. dan ini adalah tugas berat yang dipikul oleh lembaga penyelenggara baik KPU maupun Bawaslu dalam melakukan tugasnya untuk memberikan sosialisasi dan transfer pengetahuan dan keterampilanbaik sebagai penyelenggara maupun sebagai pengawas Pemilu kepada masyarakat.
Menurut Jakra,Puasa, khususnya dalam agama Islam, sering dipahami sebagai ibadah spiritual yang penuh makna personal: menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu dari fajar hingga senja. Namun, jika kita telisik lebih dalam, puasa bukan sekadar ibadah individual. Di balik praktiknya yang sederhana, tersimpan nilai-nilai sosial dan politik yang mendalam serta relevan dengan kehidupan bermasyarakat. Puasa tidak hanya membentuk karakter pribadi, tetapi juga mencerminkan sistem nilai yang jika diterapkan dalam ruang publik. Puasa juga mengajarkan disiplin dan pengendalian diri, dua nilai yang sangat penting dalam dunia politik. Seorang yang berpuasa harus mampu menahan diri dari godaan dan berkomitmen terhadap aturan yang telah ditetapkan. Dalam konteks kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan, kemampuan untuk mengendalikan diri menjadi sangat krusial dalam menghadapi godaan korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan kebijakan yang berorientasi pada kepentingan pribadi. oleh karena itu bulan ramadhan ini hendaknya sebagai bulan yang penuh muhasabah, proses mengevaluasi amal, sikap, dan niat seseorang untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah.
dilain kesempatan Ketua Bawaslu Kabupaten Flores Timur, Ernesta Katana juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Narasumber yang telah memberikan kuliah tujuh jam yang sarat dengan ajakan untuk mereflesikan diri dari kerja-kerja pengawasan. Ernesta juga mengajak seluruh kalangan agar dapat mengevaluasi kerja - kerja pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu Flores Timur. " hal ini penting bagi kami untuk meningkatkan kinerja pengawasan kedepan dan sebagai langkah antisipasi dalam mengambil keputusan"lanjutnya.
Hadir dalam acara ini, Kordiv HP2H Agusalim Nama Raga, Koordinator Sekretariat Maria Ignasia T.O. Corebima dan seluruh staf sekretariat, para undangan keluarga Muslimin dan muslimah.Kultum ini diakhiri dengan berbuka puasa bersama
Penulis : Primarius JS
Foto : Edy Langoday