Tantangan Pemilu di NTT Masih tentang Politik Uang, SARA dan Sentimen Putra Daerah
|
Larantuka - Humas Bawaslu Flores Timur
Bawaslu Provinsi NTT menggelar Rapat Koordinasi Penguatan Kelembagaan yang hadiri oleh seluruh Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota. Dalam Rakor tersebut Doktor Rudi Rohi menjelaskan bahwa tantangan Pemilu di NTT adalah politik uang dan klientelisme kekerabatan, Identitas SARA dan Sentimen “Putra Daerah” Netralitas Aparat dan kegagalan Adminitrasi. Oleh karena itu kata Prof Rudi aktivesme akar rumput dengan membangun kapasitas warga loka, penggunaan riset warga untuk menantang narasi Hoax serta pengawasan anggaran secara mandiri serta perlindungan lembaga reknokratis demokratik seperti KPU dan Bawaslu dari intervensi politik populis untuk menjaga stabilitas jangka panjang serta berjalan bersama masyarakat Sipil dan warga melalui literasi demoktasi menjadi pilihan untuk menghadapi tantangan pemilu tersebut.
Sementara itu, Dr. I Putu Yoga Bumi Pradana, S.Sos.M.Si mengatakan bahwa Bawaslu berada dalam tiga medan kerja besar yakni Medan hukum yang berkaitan dengan aturan, bukti, prosedur dan sanksi berikut Medan Demokrasi berkatan dengan hak politik, keadilan kompetisi dan kepercayaan serta medan ketiga adalah medan adminitrasi Publik yang meliputi profesional, akuntabel, responsif dan adaptif. Karena kemenangan elektoral harus legal secara hukum, adil secara demokratis dan di percaya secara publik.
Dan saat ini kata Doktor Yoga, Inovasi dari Bawaslu penting dan mendesak karena kompetisi mahal, pelanggran hibrid, kepercayaan rapu serta bertumbuhnya pemilih digital.
Maka Inovasi yang dapat di lakukan oleh Bawaslu NTT menurut dosen Fisip Undana Kupang ini adalah integrity elektoral, Model Integratif yakni Bawaslu Adaptif Plus dengan tiga prioritas paling strategis yakni Peta Resiko Elektroral berbasis wilayah, Bank Kasus dan data base pelanggaran, jejaring pengawasan partisipatif.
Hal ini sampaikan Dr Rudi dan Dr Yoga ketika menjadi Narasumber dalam Rapat Koordinasi Penguatan Kelembagaan yang di laksanakan oleh Bawaslu propinsi NTT Kamis 7 Mei 2026.
‘HBFT’