Bawaslu Flores Timur Gelar Ngabuburit Pengawasan dalam bingkai kasih
|
" kegiatan ngabuburit ini tidak hanya sekadar ajang pembagian takjil, tetapi juga menjadi momen penting untuk mempublikasikan hasil pengawasan yang telah dilakukan oleh Bawaslu sekaligus menngetahui pendapat warga masyarakat Kabupaten Flores Timur dan menilai hasil kerja Bawaslu"
Bawaslu Kabupaten Flores Timur
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Flores Timur menggelar acara Ngabuburit Pengawasan dan Pembagian Takjil dengan tema evaluasi pengawasan Pilkada Serentak 2024.
Kegiatan ini berlangsung di Areal Terminal Kota Larantuka pada Rabu (12/3) dan dihadiri oleh Ketua Bawaslu Flores Timur Ernesta Katana, Anggota Bawaslu Agusalin Nama Raga dan Zakarias . O. Atasoge bersama selurugh staf. hadir juga dalam kegiatan ini Kasat Reskrim Polres Flores Timur dan jajarannya.
Ketua Bawaslu Erni Katana menegaskan bahwa kegiatan ngabuburit ini tidak hanya sekadar ajang pembagian Takjil dan berbuka puasa bersama, tetapi juga menjadi momen penting untuk mempublikasikan hasil pengawasan yang telah dilakukan oleh Bawaslu, sekaligus sebagai media evaluasi bersama dengan mendengar lansung apa kata publik.
“Pada prinsipnya, kami akan terus melakukan pembenahan - pembenahan dalam tugas pengawasan dan juga Mudah-mudahan, kegiatan ini dapat terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar semakin memahami pentingnya pengawasan dalam setiap tahapan pemilu,” ujar Katana.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah mitigasi diantaranya isu utama yang menjadi sorotan Bawaslu adalah politik uang (money politic), isu SARA, serta netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan perangkat desa. “Ini adalah tugas utama kami dalam melakukan pencegahan. Kami sudah mengingatkan kepada masyarakat agar bersama - sama Bawaslu melakukan pengawasan Partisipatif dalam setiap tahapan pemilu.
Hal ini juga senada dengan yang disampaikan oleh Eusabius Separera Niron yang akrab disapa Eston salah satu responden yang ditemui dalam sela - sela kegiatan. dalam kesempatan ini ia juga menilai tingkat partisipasi pemilih yang mengalami penurunan drastis jika dibandingakan dengan Pemilu legislatif kali lalu. salah satu variabel yang diukur menurut eston adalah sejauh mana lembaga penyelenggara sudah melakukan sosialisasi peran pemilih mulai dari Pencoklitan sampai pada hari-H. " Apakah Penyelenggara baik itu KPU maupun Bawaslu sudah melakukan itu"
Dengan langkah-langkah yang telah diambil oleh awaslu Flores Timur maka diharapkan pelaksanaan Pemilu dapat berlangsung dengan adil, transparan, dan demokratis tanpa adanya pelanggaran yang mencederai proses pemilu.
Penulis : Primarius JS
#salamawas#