Bawaslu Flores Timur Perkuat Kemitraan dengan Media
|
Larantuka, Bawaslu Flores Timur - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Flores Timur memperkuat kemitraan dengan insan pers melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi Penguatan Kemitraan Pengawasan Pemilu yang dirangkai dalam acara ngopi bareng bersama di Kantor Bawaslu Kota Flores Timur, Kamis (24/04/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah konkret Bawaslu Kabupaten Flores Timur dalam menindaklanjuti Instruksi Ketua Bawaslu RI Nomor 2 Tahun 2026, yang menekankan pentingnya menjaga optimalisasi pengawasan pemilu, termasuk pada masa di luar tahapan. Dalam upaya tersebut, media massa dipandang sebagai mitra strategis dalam menyebarluaskan informasi serta memberikan edukasi kepemiluan kepada masyarakat.
Hadir dalam kesempatan ini, Ketua Bawaslu Flores Timur, Ernesta Katana, bersama Koordinator Divisi HP2H, Agusalim dan Koordinator Divisi P3S Zakarias Ola didampingi Koordinator secretariat Maria Ignasia dan staf bawaslu sendiri. Dari pihak insan pers hadir, Patman Werang ( TVRI ), Adam Betan ( AFB TV ), Bram Muda ( NTT Bicara ), Max werang ( Suara Flores ), Ritha Senak (Zonaline News ) Elton ( Garuda TV ).
Kegiatan yang dikemas dalam suasana santai ini juga merupakan ruang terbuka yang disajikan Bawaslu Kabupaten Flores Timur untuk bersama – sama melakukan evaluasi atas kerja – kerja pengawasan yang telah dilakukan pada masa Pemilihan Umum maupun Pemilihan dan Mengidentifikasi, memetakan, dan memitigasi potensi isu demokrasi serta memperkuat pengawasan pemilu di luar tahapan, sekaligus mengevaluasi permasalahan yang terjadi seperti, Netralitas ASN dan Kepala Desa, Money Politic dan penyebaran berita Hoaks.
Dalam diskusi ringan ini, Patman Werang, jurnalis TVRI mengemukakan beberapa hasil hasil pantauannya terhadap pelaksanaan tugas pengawasan oleh Bawaslu. Ia berpendapat bahwa Perlu adanya regulasi yang bersifat permanent dan mengikat terhadap pelaksanaan Pemilu pada Daerah Rawan Bencana sebagai payung hukum yang dapat menjembatani hak – hak politki bagi warga terdampak dan juga bagi penyelenggara. Disamping itu pengawasan yang dilakukan masih minim personil sehingga belum maksimal dilihat dari sudut pengawasan terhadap pelaksanaan Pengawasan pada Masa Kampanye. Hal yang sama juga disampaikan oleh Bung Adam jurnalis AFB TV sehingga beliau mengusulkan agar baik di Tingkat desa ( PKD ) maupun Kecamatan ( Panwascam ) perlu adanya penambahan personil Pengawas, sehingga lebih optimal dalam melakukan tugas pengawasan.
Disamping evaluasi ini, para jurnalis ini juga memberikan apresiasi kepada kerja – kerja Bawaslu namun ada beberapa catatan yang menjadi perhatian dimana Pendidikan dan edukasi serta sosialisasi terkait keberadaan Bawaslu dan juga Pendidikan pengawasan partispatif lebih banyak dilakukan mengingat Flores Timur adalah kabupaten kepulauan dengan topografi kecamatan yang berbeda – beda sehingga perlu kerja ektra.
“Konsolidasi ini menjadi semakin bermakna untuk menyatukan visi kita dalam mengawal demokrasi di Kabupaten Flores Timur,” ujar Ernesta. Ia juga mengapresiasi peran wartawan yang selama ini membantu Bawaslu melalui pemberitaan yang akurat dan edukatif sehingga mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap proses demokrasi. Disamping itu juga semua masukan akan menjadi bahan informasi untuk dibicarakan di Tingkat pimpinan guna mengambil langkah selanjutnya.
Penulis : Primarius
Foto : Arif Riantobi
Editor : HBFT