Bawaslu Flotim Berharap Data Pemilih di Daerah Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Tetap Akurat dan Tidak Bermasalah
|
Larantuka,23 Oktober 2026
HUMAS BWSFLT –Ketua Bawaslu Flores Timur Ernesta Katana ,beserta Anggota Bawaslu Flores Timur Agusalim Nama Raga dan Zakarias O.Atasoge menghadiri Rapat Koordinasi bersama para camat dan kepala desa yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Flores Timur pada Jumat, 23 Oktober 2026, bertempat di Kantor Desa Konga, Kecamatan Wulanggitang. Rapat koordinasi ini membahas keberadaan pemilih di wilayah terdampak bencana akibat erupsi Gunung Lewotobi, khususnya dalam memastikan data pemilih tetap akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Wulanggitang “ Karolus Kelemus” beserta para kepala desa, serta kepala dusun di wilayah kecamatan tersebut. Pertemuan ini menjadi ruang koordinasi antara penyelenggara pemilu dan pemerintah di tingkat kecamatan hingga desa untuk membahas berbagai persoalan kependudukan yang berpengaruh terhadap pemutakhiran data pemilih, terutama bagi masyarakat yang terdampak erupsi dan harus berpindah tempat tinggal.
Dalam kesempatan tersebut, BAWASLU menegaskan pentingnya memastikan bahwa setiap warga negara yang memenuhi syarat sebagai pemilih tetap memperoleh hak pilihnya. Kondisi bencana alam tidak boleh menjadi alasan terabaikannya hak konstitusional masyarakat. Oleh karena itu, proses pemutakhiran data pemilih perlu dilaksanakan secara cermat dengan memperhatikan perubahan domisili, keberadaan warga di lokasi pengungsian, serta kemungkinan adanya perpindahan penduduk ke wilayah lain.
Bawaslu Flores Timur berharap data pemilih di wilayah terdampak erupsi Gunung Lewotobi tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Data yang akurat dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang berkualitas. Untuk itu, diperlukan pengawasan dan koordinasi yang berkelanjutan antara KPU, Bawaslu, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta pihak terkait lainnya agar setiap perubahan data kependudukan dapat ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam sesi diskusi Bersama Bawaslu dan KPU, beberapakepala desa menyampaikan berbagai kondisi faktual yang dihadapi masyarakat di wilayah masing-masing. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain keberadaan warga yang masih tinggal di pengungsian, masyarakat yang sementara menetap bersama keluarga di desa lain, warga yang telah kembali ke tempat tinggal asal, serta kemungkinan perubahan alamat administrasi akibat dampak bencana. Masukan tersebut penting untuk membantu memastikan bahwa data pemilih benar-benar mencerminkan kondisi masyarakat yang sebenarnya.
Salah satu kepala desa dari desa Kampung Baru (Boru) “ Yohanes F.Benediktus” juga menekankan pentingnya pendataan secara berkala dan komunikasi yang intensif dengan masyarakat terdampak. Mereka berharap adanya koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan penyelenggara pemilu dalam menyampaikan informasi mengenai perpindahan penduduk maupun perubahan status kependudukan. Dengan demikian, potensi data pemilih ganda, pemilih yang tidak lagi berdomisili di wilayah asal, maupun warga yang memenuhi syarat tetapi belum tercatat dapat diminimalkan. Tanggapan ini merupakan pokok-pokok masukan yang perlu dikonfirmasi kembali dengan pernyataan langsung para kepala desa yang hadir.
Melalui rapat koordinasi ini, Bawaslu Kabupaten Flores Timur berharap seluruh pihak dapat memperkuat sinergi dalam mengawal pemutakhiran data pemilih di wilayah terdampak erupsi Gunung Lewotobi. Bawaslu juga mendorong agar setiap proses pendataan dilakukan secara transparan, akurat, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dengan kerja sama yang baik antara penyelenggara pemilu dan pemerintah daerah hingga tingkat desa, diharapkan persoalan data pemilih akibat bencana dapat diantisipasi sejak dini sehingga hak pilih masyarakat tetap terlindungi dan kualitas demokrasi di Kabupaten Flores Timur semakin baik.
Penulis : JF