Lompat ke isi utama

Berita

Ngabuburit diakhir bulan Ramadhan, Bawaslu bersama Warga Binaan Rutan kelas IIB Larantuka

Foto Dokumentasi

Larantuka – Humas Bawaslu Flores Timur

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Flores Timur menggelar kegiatan ngabuburit Pengawasan bersama warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Larantuka, Jumat sore, 13/3/2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk silaturahmi sekaligus upaya meningkatkan kesadaran demokrasi di lingkungan warga binaan.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran Bawaslu Flores Timur bersama petugas Rutan dan warga binaan mengikuti rangkaian acara yang diisi dengan dialog santai, penyampaian edukasi kepemiluan, serta refleksi kebangsaan menjelang waktu berbuka puasa.

Ketua Bawaslu Flores Timur menyampaikan bahwa kegiatan ngabuburit ini bertujuan untuk mendekatkan lembaga pengawas pemilu dengan seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan. Menurutnya, warga binaan juga memiliki hak sebagai warga negara, termasuk hak untuk mendapatkan informasi mengenai demokrasi dan kepemiluan.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk berbagi pengetahuan tentang pentingnya partisipasi dalam demokrasi serta menjaga integritas pemilu. Kami ingin memastikan bahwa informasi kepemiluan juga dapat diakses oleh warga binaan,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Rutan Kelas IIB Larantuka menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka menilai kegiatan edukatif seperti ini dapat memberikan motivasi serta wawasan baru bagi warga binaan, khususnya terkait hak dan kewajiban sebagai warga negara.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Warga binaan tampak antusias mengikuti dialog serta berbagi pengalaman dan pandangan mengenai kehidupan bermasyarakat dan nilai-nilai kebangsaan.

Kegiatan ngabuburit ini kemudian ditutup dengan doa bersama dan pembagian Takjil bersama antara jajaran Bawaslu Flores Timur, petugas Rutan, serta warga binaan.

Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Flores Timur berharap nilai-nilai demokrasi, kebangsaan, dan partisipasi masyarakat dapat terus ditanamkan, sehingga seluruh elemen masyarakat, termasuk warga binaan, tetap memiliki kesadaran untuk menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.

 

Penulis & Editor : HBFT