Nota Kesepahaman Bawaslu Kabupaten Flores Timur dan Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL)
|
MoU; Bawaslu dengan IKTL Tingkatkan Partisipatif Kepengawasan
Larantuka,HUMAS-BWSFLT.Com- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Flores Timur melebarkan sayap ke pengawasan terhadap pihak akademisi ditandai dengan teken Memorandum of Understanding (MoU) bersama Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL) Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Rabu, (10/11/2021) sekitar pukul 10.05 Wita bertempat di Aula Utama milik kampus Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka.Keterkaitan, nota kesepahaman antar ke dua lembaga tersebut tentang pengawasan partipasatif dalam penyelenggaraan pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten/Kota serta Pemilhan Presiden dan Wakil Presiden, Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024.
Hadir dalam kegiatan yang di maksud, Rektor IKTL Kristoforus Ado Maran, di dampingi Wakil Rektor I (satu), Agnes Ona Bliti Puka, Wakil Raktor II (dua) Maria Fatima Bongi Bribe, Wakil Rektor III (tiga)Bernadis Bin Frans Resi, Sekretaris Rektor Tobias Tube Kleden, Dekan FT Alfian Nara Weking, Sekretaris Dekan FKIP Mudmainna, Sekretaris Dekan FT Maria Antonia Margaretha Fermandez, Kepro Pendidikan Matematika Irwanius P Muharaya, Ketua Program Studi THP Yosephina M.J. Batafor, Ketua Program Studi Teknik Informatika Dominikus Boli Watomakin dan seluruh staf Administrasi lainnya.Sementara itu, pihak Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) turun dengan personil lengkap yakni Ketua Bawaslu Kabupaten Flores Timur Arifin Atanggae, Koordinator Sekretariat (korsek), Bawaslu Kabupaten Flores Timur Maria Ignasia Tupat Ola Corebima serta staf Bawaslu Kabupaten Flores Timur pada masing-masing divisi yakni Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL), Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) dan Divisi Hukum Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (HP3S).
Kesempatanya, Ado Maran sangat mengapresiasi langkah Bawaslu Kabupaten Flores Timur atas jalinan kerja sama ini, pihaknya siap aktif untuk menjadi patner dalam pengawasan partisipatif sehingga kedepannya proses demokrasi menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengawasi pemilu/pemilihan.
Lanjutnya" Kami terus bersosialisasi dengan para mahasiswa untuk memainkan peran dan fungsi sosial politiknya, dalam membangun kesadaran masyarakat untuk mampu berdemokrasi secara lebih baik dan kami juga siap membantu untuk di ikut sertakan dalam mendukung apa yang menjadi kebutuhan Badan Pengawas Pemilihan Umum", jelas Itto yang di kenal luas dengan sapaan ini.
Ia juga berharap"tali silahturahmi dan komunikasi terus di jalin dengan baik untuk memgawasi proses demokrasi dalam persiapan menyukseskan pemilu yang akan datang dibumi Lamaholot ini.Ia menegaskan, kami punya mahasiswa yang siap diberdayakan untuk sosialisasi, mudah-mudahan niat baik kami bisa saling membantu," tutur pria kelahiran Desa Kawaliwu Kecamatan Lewolema ini.
Senadanya, selaku Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Flores Timur Arifin Atanggae, mengatakan "tujuan dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terciptanya pemilu/pemilihan yang berintegritas dalam menumbuh kembangkan kader-kader pengawasan yang militan dan pro aktif serta memberikan perhatian yang serius terhadap sistem kepemiluan secara langsung yang di terapkan di republik kita, terkhusus pada Lewotanah Lamaholot yang bersama kita cintai ini", sambung Arif yang dikenal seantero Flores Timur dengan sapaan ini.
Arif menambahkan"pengawasan partisipatif tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu saja, namun memerlukan juga sentuhan lembaga akademis, dalam menegakkan keadilan pemilu dan bersama kita bergandengan tangan guna menciptakan keharmonisan dengan wujud nyatakan dalam proses pengawasan kedepan menuju pemilu dan pilkada serentak yang akan jatuh pada tahun 2024 dengan proses tahapan-tahapan yang sudah tidak lama lagi",ungkap Atanggae pria kelahiran pulau sadis romantis nusa tadon Adonara ini.
Tak lupa Arif pun mengajak, "agar IKTL dapat menggerakan mahasiswanya ikut mengawasi proses demokrasi bersama Bawaslu dibumi Lamaholot dengan semboyan kelamaholotan pai puput taan oneket tou kirin ehan, taan gelekat lewo gewayan tanah Flores Timur",tutup Atanggae.