Lompat ke isi utama

Berita

PENYELENGGARA PEMILU HARUS PUNYA TRANSLATOR BAHASA ISYARAT

Sosialisasi Pengawasan Pemilu Bagi Sagabat Disabilitas

Bawaslu Kabupaten Flores Timur lakukan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Bagi Sahabat Disabilitas Di Panti Asuhan Bhakti Luhur Larantuka [21/05/2025]

 

“ suara hati sahabat difabel memperjuangkan hak politik dan hak mendapatkan informasi pada pemilu”

Bawaslu Kabupaten Flores Timur .

Penyelenggara Pemilu maupun pemilihan  dalam hal ini KPU dan Bawaslu harus memiliki staf yang memiliki kemampuan atau keahlian dalam menguasi bahasa isyarat  sehingga dapat menjadi translator atau penerjemah saat sosialisasi maupun simulasi pemilu/pemilihan kepada penyendang disabilitas Tuna Rungu-Wicara maupun untuk Tuna Netra. 

Demikian salah satu hasi diskusi antara Bawaslu Kabupaten Flores Timur dengan Pimpinan maupun penghuni Panti Asuhan Bhakti Luhur Kongregasi Susteran Alma dalam acara “Sosialisasi Pengawasan Pemilu bagi Penyandang Disabilitas” yang dilaksanakan di Aula Panti Asuhan Bhakti Luhur Susteran Alma Larantuka, Selasa, 21 Mei 2025.

Pimpinan Panti Asuhan  Bhakti Luhur Susteran Alma Larantuka Sr. Maria Fransiska, ALMA selaku pemateri dengan tema  “ suara hati sahabat difabel memperjuangkan hak politik dan hak mendapatkan informasi pada pemilu”.menyampaikan, selain penyelenggara yang memahami bahasa isyarat, di harapkan media sosialisasi yang di siapkan bisa berupa tulisan dan gambar agar dapat membantu sahabat difabel tuna Rungu-Wicara  memahami materi sosialisasi yang di sampaikan. “ kalau bisa untuk bahan sosialisasi itu berupa tulisan dalam bahasa indonesia, gambar serta bahasa isyarat supaya mereka bisa baca dan mengerti, kalau tidak nanti baliho atau spanduk yang di pasang seperti biasa mereka tidak paham” ujar suster Mince sembari menambahkan untuk di TPS dapat di invetarisir yang punya pemilih Tuna Netra dapat di siapkan surat suara dalam tulisan Brailler. 

Selain itu suster Mince mengharapkan penyiapan TPS yang ramah disabilitas yang memungkian penyandang disabilitas dapat beraktifitas dengan baik juga harus  ada Orentasi Mobilitas (OM) dimana sehari sebelum pencoblosan penyandang disabilitas Tuna Netra sudah melakukan uji coba lokasi TPS. “ini dimaksudkan suapaya mereka sudah bisa tahu kondisi dan posisi TPS dengan tongkat mereka. Kita berharap mereka sendiri bisa memilih atau mencoblos, meski bisa di bantu oleh pihak lain tetapi apakah pilihan itu murni dari hati penyandang disabilitas atau tidak, itu yang soal, jangan sampai ke bilik tapi pendamping yang minta untuk pilih calon yang di dukung pendamping,” jelasnya.  

Suster Mince demikian di sapa mengakui, bahwa pihaknya merasakan ada perhatian yang cukup dari pemerintah termasuk penyelenggara pemilu baik KPU maupun Bawaslu terhadap keberadaan kaum difabel terutama dalam menjamin pemenuham hak-hak mereka untuk memilih. “selama ini kaum difabel sudah mendapatkan perhatian yang baik dari penyelenggara dengan isu pemilu yang inklusif tapi mungkin untuk teknisnya  harapan kami seperti itu ada yang bisa jadi translator dan alat peraga sosialisasinya dapat berapa tulisan dan gambar. Kami tahu memang sulit karena butuh biaya tapi ya kami sampaikan kalau boleh di perhatikan” ujarnya.

Ketua Bawaslu Ernesta Katana dalam  sambutan  menyampaikan Bawaslu sebagai lembaga pengawas Pemilu/pemilihan memberi perhatian yang serius terhadap pemenuhan hak politik maupun hak mendapatkan informasi bagi kaum difabel. Selain di jamin oleh UU, suara kaum difabel sangar berarti dalam menentukan masa depan bangsa maupun daerah. Karenanya menurut Katana, penting bagi Bawaslu Flores Timur untuk mendapatkan masukan dan pikiran serta suara kaum Difabel tentang apa yang mesti dilakukan penyelenggara baik KPU maupun Bawaslu untuk menjamin keterpenuhan hak politik tersebut. “Kami ingin mendapatkan gambaran atau masukan dari suster serta ade - ade difabel yang ada di sini bagaimana kami penyelenggara bisa menjamin hak memilih untuk memilih ataupun di pilih,” ujar Katana yang di damping anggota Bawaslu Agusalim Nama Raga dan Zakarias Ola Atasoge serta Koordinator Sekretarian, Maria Ignasia Corebimi serta seluruh staf Bawaslu Flores Timur.

Acara sosialiasi yang di kemas dalam suasana yang santai di hadiri oleh para suster pimpinan dan pendamping serta anak anak panti asuhan yang telah memiliki hal pilih serta seluruh staf Bawaslu Kabupaten Flores Timur.

 

Penulis      : Primarius Januarius

Editor        : Ernesta Katana

Foto           : Ariansyah Batjo