Lompat ke isi utama

Berita

Perempuan punya andil besar dalam menciptakan Pemilu inklusif

Foto Dokumentasi


Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia menyelenggarakan  Konsolidasi Perempuan Pengawas Pemilu Umum dan Masyarakat Sipil  yang menghadirkan semua perempuan pengawas Bawaslu se-Indonesia.
Hadir mewakili Srikandi Pengawas Flores Timur, Ketua Bawaslu Ernesta Katana dan Korsek Maria Ignasia Corebima.
Dalam Sambutannya, Kordiv SDMO dan Datin, Herwin J. Malonda menyatakan Pemilu Demokratis lahir dari SDM yang profesional,berintegritas dan inklusif. karena itu menurut Malonda, Tantangan adanya kekerasan anak dan tidak responsif gender ada di dunia nyata maupun digital sehingga hal ini harus menjadi perhatian bagi perempuan dalam konsolidasi. "Konsolidasi harus jadi ruang pembelajaran dan penguatan kapasitas bagi perempuan pengawas pemilu yang kuat dan berjejaring,"Tegasnya.
Sementara itu Ketua Bawaslu RI, Rahmad Badja menjamin bahwa Bawaslu sejak awal dan terus berupaya untukproses pemilu harus sensitif gender, inklusif, anti kekerasan dan berbasis transformasi digital. "Dalam situasi yang masih patriakal saat ini tentu banyak hal yang bertabrakan di lapangan maka sebagai ketua Bawaslu yang punya istri dan anak perempuan kami terus berupaya untuk bekerja sama dengan semua pihak, baik pemerintah, NGO, pemerhati perempuan untuk bekerjasama menghadirkan proses pemilu yang terus mendukung kerja kerja perempuan supaya tidak ada kekerasan dan diskriminasi serta aman bagi perempuan dalam melaksanakan tugas.
Untuk itu, Badja berharap agar perempuan harus saling membantu, mendukung dan memotivasi antar sesama perempuan. 



Penulis & Foto : Humas Bawaslu Flotim