Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Peran Pemilih Pemula dalam menjaga Demokrasi di Lewo Tanah, Bawaslu Flores Timur giat Pendidikan Pengawas Partisipatif

Foto Dokumentasi

Larantuka, 22 Juli 2026 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Flores Timur menggelar kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif dengan tema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat" pada Rabu (22/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bawaslu Kabupaten Flores Timur ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam pengawasan penyelenggaraan Pemilu 2029.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nonato da Purificacao Sarmento, S.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan pengawasan partisipatif merupakan salah satu langkah strategis Bawaslu dalam membangun budaya demokrasi yang sehat melalui pelibatan masyarakat, khususnya kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa.

"Pengawasan partisipatif bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Generasi muda diharapkan mampu menjadi agen pengawas yang kritis, berintegritas, dan berani menjaga demokrasi agar Pemilu 2029 berlangsung secara jujur, adil, dan bermartabat," ujar Nonato.

Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta yang merupakan perwakilan dari empat sekolah menengah atas di Kabupaten Flores Timur, yaitu SMAS Katolik Frateran Podor Larantuka, SMAN 1 Larantuka, SMAK Darius Larantuka, dan SMAK Fransiskus Larantuka.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembekalan dari tiga narasumber yang merupakan pimpinan Bawaslu Kabupaten Flores Timur.

Pemateri pertama, Ernesta Katana selaku Ketua Bawaslu Kabupaten Flores Timur, menyampaikan materi tentang Pendalaman Penguatan Keterampilan dan Teknis Penguatan Jaringan serta Pemberdayaan Komunitas. Materi tersebut menekankan pentingnya membangun jejaring pengawasan partisipatif di lingkungan sekolah maupun masyarakat sebagai upaya memperluas partisipasi publik dalam mengawal setiap tahapan pemilu.

Selanjutnya, Agusalim Nama Raga, Anggota Bawaslu Kabupaten Flores Timur, memaparkan materi mengenai Pendalaman Penguatan Keterampilan dan Teknis Pencegahan Pelanggaran serta Sengketa Proses Pemilu. Dalam penyampaiannya, peserta diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan pelanggaran pemilu serta peran masyarakat dalam mengidentifikasi potensi pelanggaran sejak dini.

Sebagai pemateri terakhir, Zakarias Ola Atasoge menyampaikan materi tentang Teknis Pelaporan Dugaan Pelanggaran Pemilu dan Teknis Permohonan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu. Peserta dibekali pengetahuan mengenai mekanisme pelaporan dugaan pelanggaran, tata cara penyampaian laporan kepada Bawaslu, serta prosedur penyelesaian sengketa proses pemilu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Flores Timur berharap para peserta mampu menjadi pelopor pengawasan partisipatif di lingkungan sekolah dan masyarakat. Bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi muda yang peduli terhadap demokrasi serta berkomitmen mengawal penyelenggaraan Pemilu 2029 agar berlangsung secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, dan bermartabat.

 

Penulis : LL

Foto & Editor : Humas BFT