Lompat ke isi utama

Berita

Talk Show, "Bawaslu Flores Timur dan Bawaslu Kota Madiun menuju Pemilu Serentak 2024

LARANTUKA,HUMAS-BWSFLT.COM-Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Flores Timur Arifin Atanggae, S.Pd  dan Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kota Madiun Kokok Heru Purwoko, SH, MH menjadi Narasumber talkshow di Radio suara Madiun yang dipandu oleh Kiki Desillia  dengan tema “Persiapan Bawaslu Dalam Pemilu Serentak Tahun 2024” via zoom, Rabu (12/01/2022).

Talkshow ini berjalan cukup menarik, dilihat dari banyaknya respon dan pertanyaan dari para pendengar setia Radio Suara Madiun. Antusias para pendengar terlihat dengan banyaknya respon yang baik serta dukungan sehingga talkshow yang berlangsung menjadi lebih hidup. Perbincangan yang hangat antara penyiar dan narasumber memberikan banyak gambaran terkait Bawaslu sebagai Lembaga Pengawas Pemilu yang mengawasi jalannya pesta demokrasi dengan lebih jelas.

Mengawali perbincangan santai tersebut, Ketua Bawaslu Kota Madiun 'Kokok panggilan akrabnya menginformasikan kepada masyarakat khususnya warga Madiun bahwa rencana Pemilu dan Pilkada akan diselenggarakan pada Tahun 2024.

“Sebagaimana kita ketahui rencana Pemilu dan Pilkada akan serentak dilaksanakan di Tahun 2024 untuk Pemilu pada bulan Februari 2024 sedangkan Pilkada diselenggarakan pada bulan November 2024 tetapi hari apa tanggal berapa kita belum ketahui, 'Terangya.

Selanjutnya pesan yang disampaikan oleh Arifin Atanggae terkait persiapan Pemilu tahun 2024 diharapkan agar semakin banyak masyarakat yang sadar pentingnya proses demokrasi yang berintegritas, hal tersebut dapat dicapai dengan pencegahan dan sosialisasi terkait berbagai aturan kepemiluan sebelum maupun selama tahapan Pemilu berlangsung. Kesadaran masyarakat terkait pemilu harus ditanamkan dengan baik sehingga nantinya mampu menjadi agen perubahan dilingkungannya.

Bawaslu tetap berkewajiban mengembangkan pengawasan partisipatif pemilihan salah satunya melalui sosialisasi tentang pendidikan politik dan demokrasi terhadap kelompok masyarakat”, tutur Arifin. Beberapa sasaran kelompok masyarakat sosialisasi tersebut adalah kelompok pemilih pemula, tokoh masyarakat dan tokoh agama.