Bawaslu Perkuat Kapasitas SDM dan Tingkatkan Literasi Publik Melalui Program Bawaslu Membelajarkan
|
Larantuka, Bawaslu Kabupaten Flores Timur
Bawaslu Provinsi NTT terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta memperkuat pemahaman masyarakat mengenai kepemiluan melalui Program Bawaslu Membelajarkan. Program ini menjadi salah satu instrumen strategis untuk membangun kapasitas internal jajaran pengawas pemilu sekaligus memperluas literasi publik terkait kepemiluan dan pengawasan pemilu.
Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (6/8), Bawaslu menghadirkan Ketua dan Anggota Bawaslu pada 22 Kabupaten/kota dengan narasumber Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan (SDMO) Bawaslu Provinsi NTT, Jems Wellem Ratu, menyampaikan pentingnya menjadikan Bawaslu Membelajarkan sebagai budaya belajar di lingkungan Bawaslu.
Menurut Jems, Program Bawaslu Membelajarkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi teknis jajaran pengawas pemilu, tetapi juga menjadi wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dalam pelaksanaan tugas pengawasan. Dengan demikian, kualitas SDM Bawaslu diharapkan semakin profesional, adaptif, dan mampu menjawab berbagai tantangan kepemiluan.
"Program ini merupakan bagian dari upaya membangun organisasi pembelajar, sehingga setiap insan Bawaslu memiliki kesempatan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya. Di sisi lain, program ini juga menjadi media edukasi kepada masyarakat agar semakin memahami pentingnya pengawasan partisipatif dalam penyelenggaraan pemilu," ujar Jems.
Selain membahas Program Bawaslu Membelajarkan, kegiatan tersebut juga mengulas Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai instrumen yang digunakan untuk mengukur capaian kinerja organisasi setiap tahun. IKU menjadi tolok ukur dalam menilai efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi Bawaslu, sekaligus menjadi dasar evaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan kepemiluan.
Dalam pemaparannya, Jems menjelaskan bahwa setiap indikator yang telah ditetapkan harus dapat dicapai melalui pelaksanaan program dan kegiatan yang terukur, akuntabel, serta selaras dengan target kinerja organisasi. Oleh karena itu, seluruh jajaran Bawaslu diharapkan memahami peran masing-masing dalam mendukung pencapaian IKU.
Melalui pembahasan tersebut, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya sinergi antara pengembangan kapasitas SDM, implementasi Program Bawaslu Membelajarkan, serta pencapaian Indikator Kinerja Utama sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Bawaslu berharap ‘Program Bawaslu Membelajarkan’ dapat terus menjadi ruang pembelajaran yang berkelanjutan, tidak hanya bagi jajaran pengawas pemilu, tetapi juga bagi masyarakat luas dalam meningkatkan literasi kepemiluan. Dengan SDM yang berkualitas dan pencapaian kinerja yang terukur, Bawaslu optimistis dapat semakin memperkuat pengawasan pemilu yang berintegritas dan demokratis.
Penulis : Humas BFT